Selasa , 23 April 2024
Editor's PickHeadlineSerba SerbiTerpopuler

Sampah Organik: 2 Jenis, Contoh, Manfaat, dan Cara Mengolahnya

sampah organik
Sumber: freepik/maryanaserdynska

Madingmu.com – Sampah organik adalah sampah yang terbuat dari sisa-sisa kerangka makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Tahukah Anda beberapa contoh jenis sampah organik yang berbeda?

Dalam kehidupan sehari-hari, sampah organik sering kita jumpai. Kotoran hewan, daun-daun kering, serta sisa potongan sayur dan buah adalah beberapa contoh sampah organik. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan sampah sebagai sesuatu yang dibuang karena sudah tidak berguna lagi atau hasil sampingan dari kegiatan manusia. Sebaliknya, bahan organik adalah bahan yang berasal dari makhluk hidup. Sampah dibagi menjadi dua kategori, sampah organik dan sampah anorganik, berdasarkan asalnya. Kami akan membahas definisi, jenis, dan pengolahan sampah organik dalam artikel ini.

 Apa Itu Sampah Organik?

Sujarwo, M.Pd, dkk., dalam e-book Pengelolaan Sampah Organik & Anorganik Universitas Negeri Yogyakarta, sampah organik didefinisikan sebagai sampah yang berasal dari bahan-bahan biologis. Karena sebagian besar sampah organik mengandung air dalam jumlah yang cukup besar, maka sampah ini disebut sebagai sampah basah (garbage). Mayoritas contoh sampah organik berasal dari sampah rumah tangga. Jenis sampah yang cepat terurai melalui proses alami adalah sampah organik. Hal ini menandakan bahwa sampah organik dapat terurai secara alami tanpa perlu campur tangan manusia. Karena sampah organik dapat dicerna oleh mikroba (bakteri pembusuk) atau dapat terurai secara alami, sampah organik mudah terurai. Akibatnya, kompos dan pupuk organik cair sering dibuat dari sampah organik.

Jenis Sampah Organik

Sampah organik terkadang disebut sebagai sampah basah, meskipun sebenarnya ada dua jenis sampah organik: sampah organik basah dan sampah organik kering.

1. Sampah Organik Basah

Sampah organik yang sebagian besar berbahan dasar air disebut sebagai sampah organik basah. Karena sampah organik mengandung banyak air dan cepat membusuk karena kandungan airnya yang tinggi, sampah ini dapat mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Contoh sampah organik basah antara lain:

  • buah yang busuk
  • potongan-potongan sayuran
  • Kotoran hewan
  • Kulit pisang dan buah lainnya.

2. Sampah Organik Kering

Sampah organik yang mengandung sedikit air disebut sebagai sampah organik kering. Karena sampah organik kering biasanya sulit untuk diolah kembali, sampah ini lebih sering dibakar untuk dimusnahkan.

Contoh sampah organik kering antara lain:

  • cabang-cabang pohon
  • Kayu
  • daun-daun kering.

Sampah organik berbeda dengan sampah anorganik.

Berbeda dengan sampah anorganik, yang berasal dari bahan non-biologis seperti produk sintetis, eksploitasi sumber daya mineral, atau dari kegiatan industri, sampah organik adalah sampah yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Sampah organik terurai dengan cepat, sedangkan sampah non-organik didefinisikan sebagai jenis sampah yang lebih sulit diurai oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, penguraian sampah organik membutuhkan waktu yang sangat lama. Pada kenyataannya, penguraian sampah anorganik membutuhkan waktu ratusan tahun. Perbedaannya adalah bahwa sampah anorganik biasanya disebut sebagai sampah kering, sedangkan sampah organik adalah sampah lembab. Barang-barang seperti kaleng, kantong plastik, pecahan kaca, botol plastik, kertas, dan lainnya adalah contoh sampah anorganik.

Berikut adalah beberapa contoh sampah organik menurut Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Buleleng

  1. Sisa makanan

Sampah organik, yang meliputi sisa makanan, terutama terdiri dari sampah rumah tangga. Sampah ini dikategorikan sebagai sampah organik karena dapat dikomposkan kembali.

Contoh sampah organik dari sampah dapur atau sisa makanan. Misalnya, tepung terigu yang sudah tidak terpakai, ampas kopi atau teh, sisa nasi, dll.

  1. Daun

Jika dibiarkan begitu saja, ranting dan daun yang jatuh dari pohon akan termasuk ke dalam sampah organik. Kompos dapat dibuat sebagian besar dari daun-daun kering. Sisa buah dan sayuran termasuk dalam kategori sampah organik. Pedagang atau rumah tangga biasanya hanya membuang kulit atau biji buah dan sayuran. Sisa buah dan sayuran dianggap sebagai sampah organik karena sifatnya yang mudah busuk. Misalnya, jeruk busuk, apel busuk, dan mangga busuk.

  1. Kotoran Hewan

Salah satu sampah organik yang memiliki kelebihan adalah kotoran hewan. Kotoran hewan ternak dapat digunakan sebagai pupuk. Kotoran hewan bermanfaat dalam bidang pertanian, yaitu untuk bercocok tanam dan mengembangkan tanah. Karena kotoran hewan mengandung unsur hara untuk kesuburan tanah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Kotoran sapi atau kambing (telepong), misalnya, dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Jenis sampah organik lain yang dapat digunakan untuk membuat biogas alami adalah kotoran sapi.

  1. Kotoran Manusia

Apakah mungkin memanfaatkan kotoran manusia sebagai pupuk? Ya, karena sampah organik termasuk kotoran manusia dan terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup.

Dengan nilai ekonomi yang tinggi, kotoran manusia dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk untuk tanaman. Namun, pendekatan ini jarang digunakan karena terkadang kita menemukan salah satu contoh sampah organik yang menjijikkan.

  1. Kayu

Pemanfaatan limbah kayu mungkin tidak terlihat jelas bagi semua orang. Namun, jika dimanfaatkan oleh orang-orang yang kreatif, kayu adalah salah satu limbah organik yang memiliki nilai. Mengingat bahwa selulosa ada di beberapa dinding sel kayu, kayu bekas dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

  1. Tulang Ikan (Fish Bone)

Salah satu limbah dari penangkapan ikan adalah tulang ikan. Limbah organik dari restoran seafood atau restoran yang menyajikan makanan serba ikan termasuk tulang ikan. Tepung tulang ikan dapat dibuat dari tulang ikan. Hasilnya, sampah jenis ini dapat diubah menjadi barang yang dapat dimakan.

  1. Pembusukan Hewan

Bangkai hewan adalah jenis sampah organik lainnya. Penggunaan bangkai hewan tidak bisa sepenuhnya. Namun, kuman-kuman yang mengurai bahan organik dapat menikmati makan bangkai hewan.

Mengolah Sampah Organik

Jika kita dapat menanganinya dengan benar menggunakan teknik tertentu, sampah juga memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan sampah dapat mengikuti konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Membuat pupuk kompos dari sampah organik

  1. Sampah organik yang telah mengalami pelapukan akibat aktivitas mikroorganisme disebut sebagai kompos. Ada tiga jenis metode pembuatan kompos: menggunakan keranjang, komposter, dan tempat yang luas. Kali ini, misalnya, kita akan membahas tentang cara menggunakan komposter untuk membuat kompos.
  2. Berikut ini adalah cara menggunakan alat komposter untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Komposter harus sudah siap, dengan penutup, wadah, pipa udara, pintu keluaran, filter, dan lubang bawah yang sudah dilubangi untuk saluran air atau udara.
  3. Pilihlah sampah yang akan digunakan, misalnya dengan memisahkan sisa makanan, sampah dapur, atau sampah lain yang dapat terurai. Potong sampah menjadi potongan-potongan kecil berukuran 5×5 cm. 3% dari volume sampah harus dicampur dengan larutan bulking.
  4. Kemudian campurkan dengan larutan bulking sebanyak 3% dari volume sampah. Sebagai tambahan, tambahkan 1 sendok gula dan kurang lebih 15 liter air (larutan ini dibuat sekitar 4 jam sebelum proses pencampuran sampah).
  5. Masukkan sampah ke dalam komposter setelah tercampur rata dengan larutan. Tunggu sampai kompos yang dihasilkan berupa bubuk berwarna gelap seperti tanah, setelah sekitar 14 hari (sebelum pintu hasil panen dibuka).

Keuntungan dari sampah organik adalah sebagai berikut:

  1. Dibuat menjadi pupuk organik atau kompos

Pengomposan merupakan hasil dari pengolahan sampah organik. Kompos dapat dibuat dari sampah organik, termasuk sampah buah dan sayuran yang busuk dan kotoran hewan.

  1. Bahan tambahan untuk pakan ternak

Pelet yang terbuat dari sampah organik juga bisa dibuat. Ayam, ikan, dan hewan lainnya dapat diberi makan di atas piring yang terbuat dari sampah organik.

  1. Listrik dan Biogas

Tampaknya sampah organik dapat menjadi sumber energi. Tinja, ampas tempe, dan ampas tahu merupakan tiga komponen utama sampah organik yang dapat dimanfaatkan. Itulah penjelasan mengenai sampah organik, yang terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup yang mudah terurai.

Dapatkan notifikasi berita terkini setiap hari dan update berita pilihan dari Madingmu.com.

Follow Juga : Instagram Madingmu

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori Konten

Kilas Pendidikan213
Literasi Keuangan38
Ruang Siswa153
Beasiswa278
School lifehack146
Hiburan203
Editor's Pick1363
Terpopuler1320
Opini10
Serba Serbi570

Subscribe MadingMu

Dapatkan informasi terupdate dari MadingMu




madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.