Jumat , 19 Juli 2024
HeadlineEditor's PickSerba SerbiTerpopuler

Sejarah Idul Adha dan Asal Usul Perayaannya di Berbagai Daerah Indonesia!

sejarah dan asal usul hari raya idul adha berawal kisah ketaatan nabi ibrahim dan ismail DoqzOKqSTw

Madingmu.com – Idul Adha adalah hari raya dalam agama Islam yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, seperti kambing, domba, hingga sapi. Namun, tahukah kamu seperti apa sih sejarah Idul Adha sebenarnya?

Pada 2024 ini, Idul Adha (10 Dzulhijjah) di Indonesia jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Hari besar tersebut merupakan tanggal merah yang menandakan hari libur nasional.

Sejarah Idul Adha

Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada 10 Dzulhijjah tahun hijriah. Hari raya ini identik dengan hewan kurban, yang asal muasalnya datang dari peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS.

Peristiwa tersebut yakni ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai wujud kepatuhan kepadaNya.

Dilansir dari detikSulsel, ujian tersebut bermula ketika Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan anaknya. Kala itu, Nabi Ibrahim AS sempat tak tega untuk melakukannya. Mengingat Nabi Ibrahim AS memiliki Ismail sebagai anak setelah penantian bertahun-tahunnya.

Di sisi lain, Nabi Ibrahim AS juga tak kuasa untuk menolak perintahNya. Alhasil, Nabi Ibrahim AS kemudian menceritakan kepada Ismail mengenai mimpi tersebut. Dengan berjiwa besar, Ismail langsung menyerahkan diri kepada sang ayah tanpa ragu dan rasa keberatan sedikitpun. Ismail ingin ayahnya melaksanakan perintah Tuhan dengan baik.

Melihat putranya yang begitu tegar, Nabi Ibrahim AS teguh dengan mimpinya dan memasrahkan diri kepada Allah SWT dengan hati yang tenang. Ismail pun terbaring, siap dikurbankan. Namun, tak sampai proses pengorbanan, Allah SWT mencabut perintah pengorbanan Ismail karena telah melihat kepasrahan dan keikhlasan Nabi Ibrahim.

Sebagai gantinya, kurban yang tadinya Ismail, diubah menjadi seekor hewan kurban (udl-hiyyah) yang besar, sehat, dan gemuk. Kala itu hewan kurbannya berupa domba.

Sejarah peristiwa kurban Nabi Ibrahim dan Ismail ini tertuang dalam Al-quran Surah Ash-Shaffat ayat 102-107.

Sejarah Nama Idul Adha

Setelah mengenal sejarah Idul Adha, perlu diketahui juga apa arti Idul Adha, yang menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia.

Dilansir dari detikNews, kata hari raya Idul Adha merupakan gabungan kata ‘idul atau ‘id’ dan ‘adha’. Kata ‘id diambil dari bahasa Arab “aada (yauudu)” yang artinya ‘kembali’. Sementara “adha” merupakan jamak dari kata adhat yang diambil dari kata udhiyah yang berarti kurban.

Untuk kata kurban, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai persembahan kepada Allah SWT; pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa. Bentuk persembahan kepada Allah berupa biri-biri, sapi, dan unta yang dikurbankan saat hari Lebaran Haji.

Dilansir dari jurnal penelitian berjudul “Tinjauan Hukum Islam terhadap Ibadah Kurban Kolektif” oleh Jayusman yang diterbitkan pada jurnal Al’Adalah Volume 10 Nomor 4 2012, terdapat tiga kata yang memiliki pengertian kurban, yaitu al-nahr, qurban, dan udhiyah.

Kata al-nahr berarti kurban dalam surat Al-Kautsar menggunakan bentuk amr, yaitu inhar. Bentuk kata qurban diambil dari qaraba yang berarti dekat. Sementara kata udhiyah berarti ibadah kurban.

Makna Ibadah Kurban

Menurut Syahrul Anwar pada tulisannya yang diterbitkan oleh situs UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kurban berasal dari kata qorraba-qurbanan, yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut M. Quraish Shihab, ibadah kurban adalah ibadah yang sempurna sepanjang hayat manusia. Ibadah ini menjadi langkah pendekatan sosial kontekstual bagi manusia.

Ibadah ini sangat dianjurkan bagi kalangan mampu yang memiliki harta se-nishab, menurut mazhab Hanafi. Kurban ini menjadi bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah SWT.

Dengan adanya ibadah kurban, dari kalangan kurang mampu dapat menikmati persembahan kurban dari kalangan atas. Pada akhirnya, melalui ibadah ini tumbuhlah rasa peduli sosial terhadap sesama.

Hewan Kurban

Menurut hadist Abu Burdah bin Niyar, Amir, dan Al-Barra, menjelaskan bahwa ibadah yang paling utama saat hari raya Idul Adha adalah solat dan melakukan kurban hewan (qurban).

Hewan yang akan dikurbankan harus dipotong setelah sholat Idul Adha dilaksanakan. Apabila hewan dipotong sebelum sholat, maka wajib mengganti hewan tersebut.

Kurban sendiri dilakukan dengan cara memotong hewan. Hewan kurban berupa hewan yang memenuhi syarat sebagai hewan yang dapat dipotong, seperti kambing, sapi, domba, hingga unta.

Perayaan Idul Adha

Di Indonesia, perayaan Idul Adha berbeda-beda di setiap wilayah. Di Aceh, misalnya, terdapat tradisi Meugang yang dilaksanakan menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk Idul Adha. Tradisi ini ditandai dengan acara makan bersama daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan berbagai cara.

Kemudian di Semarang, terdapat tradisi Apitan yang dirayakan setiap Idul Adha. Tradisi ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur atas rezeki dari Tuhan. Umumnya, tradisi Apitan melibatkan pembacaan doa dan dilanjurkan dengan pawai hasil pertanian dan ternak. Nantinya, masyarakat akan berebut mengambil hasil tani yang diarak tersebut.

Tak kalah unik, di Yogyakarta juga ada tradisi Grebeg Gunungan yang dirayakan pada hari besar agama Islam, seperti Idul Adha. Mirip seperti Apitan di Semarang, pada Grebeg Gunungan akan mengarak hasil Bumi yang terdiri dari berbagai sayuran dan buah-buahan. Rute pawainya dimulai dari halaman Keraton hingga ke Masjid Gede Kauman.

Follow Juga : Instagram madingmu

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.