Senin , 11 Desember 2023
Transformasi DigitalYIF

Peranan Pemuda Dalam Era Transformasi Digital

MadingMu y20

Naylashifa Chiesa Hidayat

NISN 0063778023

SMA Negeri 1 Parung

Abstrak

            Perkembangan teknologi dan industri ekonomi dalam era transformasi digital memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dalam berbagai bidang. Kehadiran generasi pemuda sangat mendorong peningkatan perekonomian di Indonesia serta sebagai agen penyokong banyaknya perubahan dalam era digitalisasi. Namun, dalam hal ini generasi muda tetap berhadapan dengan berbagai tantangan utama dalam perkembangan digital, beberapa contoh tantangan tersebut diantaranya dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari berkembangnya teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mencari sumber informasi dari website dan peneliti terdahulu.Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui transformasi digital kedepannya karena model ini menyajikan strategi pengembangan kualitas SDM, dan berbagai cara lainnya untuk meningkatkan kinerja para generasi muda sebagai modal untuk membenahi tata kelola saat ini demi masa yang akan datang secara produktif dan berkelanjutan.

Kata Kunci : Transformasi Digital, Tantangan Transfomasi Digital.

Abstract

            The development of technology and the economic industry in the era of digital transformation requires competent human resources in various fields. The presence of the youth generation greatly encourages economic improvement in Indonesia as well as agents who support many changes in the digitalization era. However, in this case the younger generation is still facing various main challenges in digital development, some examples of these challenges include the positive and negative impacts caused by the development of digital technology. This study uses qualitative research methods by looking for sources of information from websites and previous researchers. This research can be used to determine future digital transformation because this model presents a strategy for developing the quality of human resources, and various other ways to improve the performance of the younger generation as capital to improve current governance for the future in a productive and sustainable manner.

Keywords : Digital Transformation, digital transformation challenge.

INTRODUCTION

I. Latar Belakang

            Artikel ini dibuat dengan melatar belakangi situasi yang saat ini sedang kita alami, seperti rendahnya literasi digital para pemuda, etika berbudaya dalam berteknologi, dan lain sebagainya. yang padahal hal tersebut dapat meyebabkan turunnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia sehingga membuat perkembangan teknologi digital di negeri kita terhenti.Saat situasi berubah menjadi situasi yang lebih menitik beratkan pada pemanfaatan teknologi digital, maka transformasi digital merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari. Meskipun pengertian transformasi digital secara spesifik belum disepakati oleh para peneliti, hampir semua proses kegiatan yang dilakukan oleh manusia dialihkan ke media digital. Transformasi digital, secara umum dapat diartikan sebagai sebuah proses radikal yang terjadi di organisasi dalam memanfaatkan teknologi, sumber daya manusia, dan proses bisnis yang menyebabkan performa bisnis dari organisasi tersebut berubah drastis.

II. Tujuan

            Dari uraian yang telah disajikan, artikel ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam apa itu transformasi digital, peranan pemuda dalam era digitalisasi, serta tantangan pemuda dalam upaya mengembangkan era digitalisasi.

PEMBAHASAN

Peranan Pemuda Dalam Era Transformasi Digital

            Telah terjadi revolusi digital sejak tahun 1980an dengan perubahan teknologi mekanik dan analog ke teknologi digital dan terus berkembang hingga hari ini. Perkembangan teknologi ini menjadi masif setelah penemuan personal komputer yaitu sistem yang dirancang dan diorganisasir secara otomatis untuk menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah kendali instruksi elektronik yang tersimpan di memori yang dapat memanipulasi data dengan cepat dan tepat. (Setiawan, 2017). Transformasi digital sendiri diartikan sebagai perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat. “Transformasi digital adalah suatu proses perubahan ke masa depan (irreversible change) yang didasari pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara signifikan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan atau korporasi.” (Indrajit, 2020). Negara kita perlu melakukan transformasi. Mengapa demikian?

  • Teknologi berkembang secara pesat, merubah cara manusia beraktivitas, berkomunikasi, dan bertransaksi
  • Beragam aplikasi menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan terjadinya layanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah (cheaper-better-faster)
  • Produk-produk berbasis teknologi digital seperti e-money, digital wallet, internet banking, crypto currency, dsb – ditawarkan oleh para kompetitor bisnis.
  • Generasi milenial ingin agar semua interaksi dan transaksi dilakukan dengan menggunakan teknologi. (Indrajit, 2020)

            Ada 4 faktor pendorong terjadinya transformasi digitial. Faktor-faktor tersebut adalah (a) perubahan regulasi; (b) perubahan lanskap persaingan; (c) pergeseran/perubahan ke bentuk digital dari industri; (d) perubahan perilaku dan harapan konsumen. Kondisi saat ini bila dinilai dari faktor pendorong terjadinya transformasi digital, dapat dikatergorikan dalam kategori faktor pertama, perubahan regulasi. Munculnya pandemi covid-19 menyebabkan pemerintah mengeluarkan regulasi baru bahwa selama masa pandemi semua dikerjakan melalui media digital / dalam jaringan sehingga mau tidak mau semua harus mengikuti regulasi tersebut. (Hadiono & Noor Santi, 2020)

            Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) susenas pada Maret 2019 jumlah anak usia kurang dari 16 tahun sebanyak 28,34 persen dan usia 16-30 tahun sebanyak 24,01, sedangkan usia l;ebih dari 30 tahun sebanyak 47,75. Dari data tersebut membuktikan bahwa generasi muda saat ini lebih dari 50 persen dari populasi Indonesia. Oleh sebab itu, generasi muda bisa menjadi garda terdepan untuk mengembangkan perekonomian bangsa. (Page 1/2, 2019). “Jadi generasi muda harus ahli dalam bidang digital dan memahami dengan betul ekonomi kreatif,” kata Kresnayana saat diwawancarai di Humas Undika. Menurut Kresna, dengan banyaknya populasi generasi muda mermebrikan peluang besar bagi bangsa untuk mengembangkan ekonomi. Hal yang perlu ditanamkan adalah sudut pandang generasi penerus dalam melihat masa depan. Ia menyampaikan bahwa sebuah tantangan yang hadir merupakan ajang kreativitas untuk memajukan negeri dengan berinovasi dan bersaing skala global. (Page 1/2, 2019)

            Saat ini di negara kita peranan penting pemuda sangat mendorong peningkatan perekonomian Indonesia serta sebagai agen perubahan dalam era digitalisasi terutama mahasiswa. Sudah bukan zamannya lagi menjadi mahasiswa hanya sekadar untuk menjadi pelaku yang pasif atau hanya pendiam akan perubahan sosial yang sekarang terjadi namun mahasiwa harus memberi pola warna perubahan tersebut dengan warna masyarakat yang akan di tuju dari perubahan tersebut yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Mahasiswa haruslan menjadi agent pemberdayaan setelah adanya perubahan-perubahan yang sekarang berperan dalam pembanguna fisik maupun non fisik di negara kita. Peran mahasiswa milenial sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang di topang dalam tiga peran : agent of change,social control, dan iron stock. Sehingga masa yang akan datang,mahasiswa benar-benar mampu untuk memberikan kontribusinya yang besar kepada masyarakat dan mampu membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. (Dera et al., 2017)

            Karakter mahasiswa yang ada pada ide ataupun gagasan yang benar dalam memberikan solusi atas masalah-masalah yang ada sekarang. Menjadi agen bagi perubahan sosial,budaya,paradigma,ekonomi dan politik masyarakat sacara luas. Dengan demikian,kepentingan masyarakat menjadi ukuran utama dalam keberhasilan suatu masalah sosial yang di lakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa di tuntut tidak hanya berhasil membawa ijazah,tetapi juga di haruskan membawa perubahan dari ilmu dan pengalamanya. Mahasiswa milenial di harap kan menjadi agent of change dan agent of conversation di mana akan di persiakan berbagai macam-macam jenis permasalahan seiring dengan berkembang pesat nya suatu IPTEK pada suatu negara apalagi negara Indonesia. Mahasiswa di sini tidak hanya sekadar memikirkan kepentingan dari akademis nya saja melainkan arti dan kualitas hidup pribadi yang mampu mengabdi kepada masyarakat. Pribadi disini di harapkan mampu melihat permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar serta menjadi bagian penentu dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Dera et al., 2017)

            Demi tercapainya indonesia yang maju kini haruslah ada peran mahasiswa di dalam nya. Di sinilah peran mahasiswa, sbagai generasi muda yang bersinergi dan berdedikasi di harapkan mampu menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk menjadikan indonesia lebih baik. Mahasiswa dapat memiliki ide-ide yang cemerlang demi Indonesia maju khususnya pemikiran-pemikiran kreatif dengan menggunakan metode thinking out of the box yang inovatif dan variatif. Mahasiswa milenial untu Indonesia maju menjadi pihak yang mendorong terjadinya transformasi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi melalui efektifitas,perbaikan dan pengembangan. Dengan adanya peran mahasiswa yang berjalan dengan baik di harapkan Mahasiswa milenial mampu membawa setiap revolusi industri menjadi berkembang lebih baik, guna demi tercapainya Indonesia maju serta dapat mensejahterakan masyarakat indonesia pula. Peran mahasiswa yang mampu membawa indonesia menjadi negara berkembang atau bahkan menuju negara maju menjadi lebih baik lagi. (Dera et al., 2017)

            Namun, dalam hal ini generasi muda tetap berhadapan dengan berbagai tantangan utama dalam perkembangan digital, beberapa contoh tantangan tersebut diantaranya dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari berkembangnya teknologi digital. Dalam perkembangan teknologi digital ini tentu banyak dampak yang dirasakan dalam era digital ini, baik dampak postif maupun dampak negatifnya. Dampak positif era digital antara lain:

  1. Informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah dalam mengaksesnya.
  2. Tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan kita.
  3. Munculnya media massa berbasis digital, khususnya media elektronik sebagai sumber pengetahuan dan informasi masyarakat.
  4. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
  5. Munculnya berbagai sumber belajar seperti perpustakaan online, media pembelajaran online,diskusi online yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
  6. Munculnya e-bisnis seperti toko online yang menyediakan berbagai barang kebutuhan dan memudahkan mendapatkannya.

            Adapaun dampak negatif era digital yanga harus diantisapasi dan dicari solusinya untuk mengindari kerugian atau bahaya, antara lain:

  1. Ancaman pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses data yang mudah dan menyebabkan orang plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Ancaman terjadinya pikiran pintas dimana anak-anak seperti terlatih untuk berpikir pendek dan kurang konsentrasi.
  3. Ancaman penyalahgunaan pengetahuan untuk melakukan tindak pidana seperti menerobos sistem perbankan, dan lain-lain (menurunnya moralitas).
  4. Tidak mengefektifkan teknologi informasi sebagai media atau sarana belajar, misalnya seperti selain men-download e-book, tetapi juga mencetaknya, tidak hanya mengunjungi perpustakaan digital, tetapi juga masih mengunjungi gedung perpustakaan, dan lain-lain. (Setiawan, 2017)

            Ekonomi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada tahun 2017 kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,61 persen, dan tahun 2018 diperkirakan mencapai 10 persen. Berdasarkan Laporan Oxford Economics tahun 2016, setiap 1 persen peningkatan penetrasi mobile diproyeksikan menyumbang tambahan 640 juta USD kepada PDB Indonesia serta membuka 10.700 lapangan kerja baru pada tahun 2020. Di balik itu, perkembangan ekonomi digital apabila tidak segera disikapi dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain pengangguran. (Setiadi, 2019)

            Model pertumbuhan ekonomi ke depan akan bergantung pada berbagai inovasi teknologi. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, menyampaikan potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar karena ada 1.700 usaha rintisan bergeliat di dalam negeri. Namun saat ini tugas pemerintah adalah memastikan bahwa ekonomi digital harus dapat menopang pertumbuhan ekonomi. Ekonomi baru ini harus menjamin agar tidak hanya mendorong produktivitas dan pertumbuhan, namun juga menjadi fondasi yang bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. Model pertumbuhan ekonomi baru ini harus bertujuan mendorong permintaan domestik, meningkatkan perdagangan antar-kawasan, dan memberikan peluang terjadinya diversifikasi ekonomi. Untuk itu perlu dikendalikan melalui peningkatan kualitas infrastruktur digital dan sistem pendidikan yang sesuai untuk masa depan. (Setiadi, 2019)

            Perkembangan teknologi serupa dengan dua mata pisau. Di satu sisi memunculkan banyak dampak positif, dan di lain sisi turut menghadirkan sejumlah dampak negatif. Karenanya kemajuan teknologi mesti diiringi pula dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, utamanya golongan muda Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dari pemanfaatan teknologi digital. Terlebih, mereka yang cakap menggunakan teknologi merupakan generasi muda, mayoritas penduduk Indonesia saat ini. Dewan Penyantun Undika ini juga menyampaikan langkah awal yang harus dilakukan generasi muda adalah belajar dan membiasakan diri dengan teknologi digital. Penguasaan teknologi untuk kegiatan berkarya, bekerja, berbisnis, dan juga belajar perlu ditanamkan. Disamping itu, Kresna menegaskan agar guru dan orang tua mendidikan anak dengan cara baru. Seperti mengubah pola pikir penggunaan gadget bukan hanya untuk hiburan, tapi juga menambah wawasan dan jaringan. (Page 1/2, 2019)

            Untuk mencapai hal yang diinginkan, para pemuda Indonesia juga sangatlah harus ditekankan untuk belajar dengan giat dan sungguh-sungguh, tekad dan semangat juga diperlukan demi mencapai target puncak perkembangan di era digital serta menyeimbangkannya. Dengan demikian, diperlukan strategi dan metode pembelajaran untuk para bibit pemuda bangsa yang unggul. Diantaranya bisa lakukan hal berikut :

  1. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

            Pendidikan berkarakter harus ditanam sejak dini.Karena hal ini akan berguna untuk masa keberlangsungan hidup seseorang dan berkelanjutan.Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

  • Melek Teknologi

            Maksud dan tujuan dari poin ini ialah para pemuda diharuskan untuk menguasai ilmu teknologi di era sekarang, karena hal tersebut juga sangat dibutuhkan demi keberlangsungan hidup di dunia digital seperti sekarang, Ilmu tersebut didapatkan jika pemuda memiliki karakter keingintahuan yang besar serta mau mempelajari hal yang mencakup seluruh ranah teknologi. Satu hal ini pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk kemajuan negara kita sendiri. Contohnya seorang pemuda yang mengerti teknologi mengajarkan apa yang diketahuinya kepada generasi sebelumnya dan juga menyalurkan ilmunya untuk bekal modal inovasi generasi selanjutnya.

  • Menjadi Guru efektif

            Karakter ini juga diharuskan dimiliki setiap guru untuk membimbing Generasi Milenial dan Generasi Z agar cepat mampu mengasah bakat dan ilmu yang nantinya akan berguna untuk keberlangsungan pembelajaran di era saat ini, tugas guru guru adalah mengarahkan para pembelajar untuk melakukan hal positif. Diera tahun 2000 adalah puncak kemajuan teknologi yang sangat pesat perkambangannya, teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi trend kehidupan setiap individu, tiap saat, tiap waktu dan tiap detik manusia memanfaatkan teknologi ini. Kegiatan mulai dipermudah dengan bebagai kemudahan yang ditawarkan, mulai dari komunikasi, informasi, transaksi, edukasi, hiburan dampai pada kebutuhan paling pribadi sekalipun dapat terlayani dengan teknologi ini. Terkait dengan perkembangan teknologi ini beberapa Negara Eropa telah mencanangkan konsep “Industri 4.0”, konsep transformasi digital ini memanfaatkan teknologi digital baru sebagai model aktivitas dan transaksi sehingga muncul Industri bidang internet dan teknologi informasi lainnya. (Danuri, 2019)

            Dunia digital tidak hanya menawarkan peluang dan manfaat besar bagi publik dan kepentingan bisnis. Namun juga memberikan tantangan terhadap segala bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam kehidupan.Penggunaan bermacam teknologi memang sangat memudahkan kehidupan, namun gaya hidup digital pun akan makin bergantung pada penggunaan ponsel dan komputer. Apapun itu, kita patut bersyukur semua teknologi ini makin memudahkan, hanya saja tentunya setiap penggunaan mengharuskannya untuk mengontrol serta mengendalikannya. Karena bila terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi ini kita sendiri yang akan dirugikan, dan mungkin juga kita tak dapat memaksimalkannya. Perkembangan teknologi yang begitu cepat hingga merasuk di seluruh lini kehidupan sosial masyarakat, ternyata bukan saja mengubah tatanan kehidupan sosial, budaya masyarakat tetapi juga kehidupan politik. (Setiawan, 2017)

            Dalam bidang sosial budaya, era digital juga memiliki pengaruh positif dan dampak negatif yang menjadikan tantangan untuk memperbaikinya. Kemerosotan moral di kalangan masyarakat khususnya remaja dan pelajar menjadi salah satu tantangan sosial budaya yang serius. Pola interaksi antar orang berubah dengan kehadiran teknologi era digital seperti komputer terutama pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar tanpa harus bersosial langsung. (Setiawan, 2017)

            Mesti ada upaya yang dilakukan untuk memecahkan masalah dan tantangan yang dihadapi, diantaranya yang pertama, meningkatkan penguatan literasi digital baik dari sisi teknis maupun dalam etika berbudaya di dunia digital, tentu saja hal ini sangat penting dan dijadikan poin utama karena rendahnya literasi digital dan etika berbudaya di dunia digital berpengaruh terhadap dampak dari perkembangan era digital. kedua, mengembangkan infrastruktur negara, kualitas SDM digital, dan regulasi. Ketiga, memanfaatkan dengan semaksimal mungkin keunggulan yang ada dengan menjadikan para pemuda yang melek akan teknologi agar menyalurkan ilmu teknologi yang dikuasai kepada generasi sebelumnya lalu menciptakan inovasi baru untuk kesiapan generasi mendatang.

            Telah banyak perkembangan era digital yang dilakukan Indonesia termasuk media massa di Indonesia berubah dalam menyampaikan informasi. Media online (internet) di era sekarang ini menggeserkan media massa konvensional. Walaupun hampir satu dasawarsa Indonesia terlambat dalam mengadopsi teknologi komunikasi khususnya internet. Namun budaya digital masyarakat Indonesia sangat cepat menerima perkembangan teknologi tersebut. Di lihat secara global Indonesia masuk dalam budaya digital yang di butuhkan dalam mencapai pertumbuhan yang positif sesuai dengan kemajuan jaman itu sendiri. (Setiawan, 2017). “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. – Ir.Soekarno

CONCLUSION

            Digital transformation adalah sebuah transformasi dari yang membutuhkan proses bisnis konvensional dengan bisnis digital. Salah satu pemicu terjadinya transformasi digital adalah semakin tingginya permintaan pelanggan dalam hal kecepatan layanan, sehingga menghasilkan aplikasi-aplikasi yang canggih. Cara transformasi ini berbeda dengan yang lain, karena transformasi digital hanya merujuk pada perubahan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital sebagai pilarnya. Seperti perubahan strategi pemasaran, model bisnis, operasi, produk, pendekatan pemasaran, objektif dan lain-lain yang kesemuanya dihubungkan hal-hal digital. Contohnya seperti perubahan strategi pemasaran yang kini lebih menggunakan media sosial daripada iklan di media cetak, dan lain-lain. Beberapa arti dari transformasi digital juga merujuk pada paperless atau tidak adanya penggunaan kertas lagi. Seperti perusahaan yang menerapkan tidak adanya file yang dicetak atau perusahaan yang berubah dari percetakan buku menjadi perusahaan penerbit buku digital atau e-book.

            Dari uraian diatas, pemuda berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan sebagai agen perubahan di era digitalisasi. terdapat tantangan utama bagi generasi muda dalam pengembangan digital dengan dampak positif dan negatif serta kurangnya kualitas sumber daya manusia, kuantitas, dan sebagainya. Upaya untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan meningkatkan literasi digital dan etika budaya di dunia digital, mengembangkan infrastruktur, sumber daya manusia digital, dan regulasi, yang terakhir memanfaatkan keikhlasan yang ada dengan sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Danuri, M. (2019). Perkembangan Dan Transformasi Teknologi Digital. Infokam, XV(II), 116–123.

Dera, N. K., Mujiwati, E. S., & Mukmin, B. A. (2017). Peran Mahasiswa Milenial Dalam Era Revolusi Industri Untuk Indonesia Maju. Literasi Dalam Pendidikan Di Era Digital Untuk Generasi Milenial, 163–170.

Hadiono, K., & Noor Santi, R. C. (2020). Menyongsong Transformasi Digital. Proceeding Sendiu, July, 978–979. https://www.researchgate.net/publication/343135526_MENYONGSONG_TRANSFORMASI_DIGITAL

Indrajit, R. E. (2020). Transformasi Digital Dalam Dunia Keuangan Dan Perbankan.

Page 1/2. (2019). 1–2.

Setiadi, G. V. (2019). Review : Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia. https://doi.org/10.31227/osf.io/d89jm

Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya. Seminar Nasional Pendidikan. Seminar Nasional Pendidikan, 1–9.

Kategori Konten

Kilas Pendidikan211
Literasi Keuangan30
Ruang Siswa107
Beasiswa137
School lifehack91
Hiburan144
Editor's Pick780
Terpopuler744
Opini10
Serba Serbi376

Subscribe MadingMu

Dapatkan informasi terupdate dari MadingMu




madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.