Selasa , 25 Juni 2024
Editor's PickHeadlineHealthcareTerpopuler

Antara Garam Dapur Biasa vs Garam Himalaya, Manakah yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5e94095d50caa

Madingmu.com – Garam merupakan salah satu bumbu pelengkap yang dipakai hampir di setiap jenis hidangan. Penggunaannya pun sudah ada sejak zaman prasejarah dengan bukti produksi garam yang ditemukan pada peradaban kuno di beberapa negara seperti Tiongkok, Mesir, dan Roma. Pada masa itu, garam bukan saja digunakan untuk pelengkap rasa, namun digunakan sebagai alat pembayaran, upacara keagamaan, pengobatan, hingga mengusir roh jahat.

Pada dasarnya garam terbentuk dari 40% unsur natrium (Na) dan 60% klorin (CI), yang terkristalisasi. Garam dapur adalah salah satu jenis garam yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk menambah cita rasa makanan, namun selain garam dapur ada juga jenis garam lain yang dapat dijadikan bumbu pelengkap makanan, salah satunya adalah garam himalaya.

Garam himalaya diklaim jauh lebih sehat dibandingkan dengan garam dapur biasa, tapi apakah benar? Berikut ini penjelasan mengenai garam dapur, dan garam himalaya yang telah di rangkum dari berbagai sumber.

Garam Dapur

garam dapur
Screenshot

Garam dapur dihasilkan dari air laut melalui proses penguapan yang di jemur menggunakan sinar matahari, kemudian nantinya akan diproses lagi di pabrik pengolahan hingga menjadi butiran halus dan layak untuk di konsumsi. Jenis garam ini umumnya diperkaya dengan yodium, garam yang kaya akan kandungan youdium memberikan beragam manfaat bagi tubuh, seperti:

  • Menjaga fungsi tiroid tetap stabil.
  • Mengurangi risiko kanker tiroid.
  • Mendukung kehamilan yang sehat untuk janin.
  • Menghilangkan racun dan mencegah bakteri berbahaya.

Garam Himalaya

garam himalaya

Berbeda dengan garam dapur yang diekstraksi dari air laut, jenis garam himalaya justru diekstraksi dari pertambangan garam tertua di dunia, yakni tambang Khewera. Dilansir dari laman situs seasalt.com, pada 500 juta tahun lalu di era awal Prakambrium laut pedalaman kuno perlahan-lahan menguap dan meninggalkan endapan garam dengan jumlahnya sangat besar.

Aktivitas tektonik terus menggeser bumi, menyebabkan dasar laut tertutup rapat, terkubur di bawah tekanan yang kuat. Ketika benua terus bergeser, batuan yang mengelilingi dasar laut terdorong ke atas yang kemudian membentuk barisan pegunungan tempat tambang garam sekarang berada.

Perbedaan paling mencolok dari garam himalaya dengan jenis garam lainnya adalah warnanya yang merah muda, serta teksturnya yang kasar seperti serpihan kristal. Garam Himalaya mengandung lebih banyak mineral, dan dipercaya dapat memberi manfaat bagi tubuh seperti:

  • Merawat kulit, karena mengandung sifat detoksifikasi.
  • Membantu penurunan berat badan.
  • Membantu penanganan kram otot.
  • Meningkatkan sirkulasi darah.

Garam himalaya seringkali dianggap lebih sehat dibandingkan dengan garam dapur biasa karena lebih alami, hanya melalui beberapa proses penyaringan sebelum bisa digunakan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa garam himalaya tidak memiliki kandungan yodium seperti garam dapur pada umumnya, sementara kandungan yodium sangat dibutuhkan bagi tubuh.

Follow Juga : Instagram madingmu 

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.