Senin , 24 Juni 2024
HeadlineKilas Pendidikan

Ramai Tolak Wisuda Anak Sekolah, Dosen Psikologi UGM Beri Tanggapan

20230703085310 fpdl.in group boys are happy their graduation day school 43157 966 large
Foto : nirat.pix - Freepik

madingmu.com – Pengamat Perkembangan Anak, Pemuda, dan Pendidikan T. Novi Poespita Candra mengatakan bahwa acara wisuda TK hingga SMA sempat mengalami pro dan kontra saat ini. Sebelumnya, istilah wisuda hanya digunakan di tingkat perguruan tinggi.

Namun, seiring berjalannya waktu wisuda dilakukan oleh semua jenjang pendidikan.
“Dulu, TK-SMA disebut pelepasan atau perpisahan ke jenjang berikutnya, tapi belakangan ini, semua menyebutnya wisuda.

Yang menjadi masalah adalah ketika wisuda yang dilakukan oleh jenjang di bawah universitas terlalu berlebihan dan bahkan sampai menyangkut materi,” katanya, mengutip laman UGM, Jumat (30/6/2023).

Dosen Fakultas Psikologi UGM ini menyebutkan istilah wisuda digunakan di semua jenjang pendidikan di luar negeri. Namun, ada perbedaan besar dalam pelaksanaan wisuda di Indonesia dan di luar negeri. Yang terlihat adalah perayaan wisuda di luar negeri dilakukan secara sederhana.

“Dari pengalaman kelulusan anak kami saat SD di Australia, kami diundang dan didengarkan perkembangan masing-masing anak. Jadi, merayakan perkembangan anak adalah intinya. Tidak ada acara makan-makan dan perayaan mewah lainnya,” katanya.

Sementara itu, di Indonesia, menyewa gedung mewah, pakaian, dan lainnya tidak jarang dilakukan dalam pelaksanaan kelulusan dari tingkat TK hingga SD. Hal ini menjadi terlalu berlebihan dan memberatkan orang tua dan sekolah. Kondisi ini akhirnya memunculkan kritik dari berbagai pihak, sehingga pemerintah melalui Kemendikbud dan Ristekdikti mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk respon atas polemik tersebut.

Melalui SE No.14 Tahun 2023 yang dikeluarkan pada 13 Juni 2023, Kemendikbud Ristek mengimbau untuk tidak mewajibkan kegiatan wisuda dan apabila melaksanakan pelepasan siswa dalam bentuk wisuda, hendaknya tidak membebani orang tua atau wali murid.

“Perlu edukasi karena kalau hanya wisuda saja yang dilarang, akan tetap ada kegiatan serupa, hanya berganti nama saja. Ini bukan soal perayaan atau kelulusannya tapi lebih kepada gaya hidup yang berlebihan saat wisuda,” katanya. Novi menekankan pentingnya edukasi mengenai esensi wisuda kepada semua pihak, termasuk orang tua. Esensi dari kegiatan wisuda adalah sebagai ajang refleksi bagi anak dan orang tua mengenai perjalanan mereka menempuh pendidikan.

“Wisuda bukan hanya untuk mensyukuri sebuah tahapan yang telah dilalui tetapi juga merefleksikan perkembangan apa saja yang telah dicapai. Refleksi diri masing-masing anak,” ujarnya. Tidak hanya itu, momen wisuda juga dimaknai sebagai upaya mempersiapkan anak dan orang tua untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.

“Bukan soal administrasi, misalnya masuk SMP itu kan sudah remaja. Nah, memasuki masa remaja ini, apa yang perlu dipersiapkan oleh orang tua, apa yang harus dikesankan kepada anak, makna seperti ini yang harus dipelajari,” katanya.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.