Senin , 15 Juli 2024
School lifehackYIF

Pola Hidup Sehat Untuk Bumi Yang Sehat

png 20220426 060149 0000

Pada zaman ini, manusia cenderung lebih sering mengonsumsi makanan yang awet atau dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Selain agar lebih tahan lama, makanan dengan jenis ini juga dapat meminimalisir pengeluaran biaya. Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini hampir dari seluruh jenis makanan memiliki pengawet serta dikemas menggunakan kemasan, khususnya kemasan plastik. Harganya yang murah, dan mudah untuk digunakan membuat banyak perusahaan barang khususnya makanan, menggunakan plastik sebagai kemasan produk mereka. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (nonbiodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. 

Selain bermasalah pada pengunaan kemasan sisa (limbah), masalah yang ditimbulkan oleh makanan juga berasal dari sisa sayuran, sisa buah-buahan, maupun sisa-sisa makanan lain yang tidak terkonsumsi. Hal ini tentunya sangat berbahaya untuk lingkungan, Sampah sisa makanan bisa menyebabkan tanah mengandung gas metana yang berbahaya bagi atmosfer bumi (Kompas:2021). Bahkan, gas metana ini efeknya lebih kuat dan berbahaya daripada karbondioksida (CO2) yang dapat memperburuk dampak dari pemanasan global. 

Masyarakat dunia sekarang hidup berdasarkan model ekonomi berbasis linear (linear economy), di mana produsen akan memproduksi sebuah produk dan konsumen akan mengkonsumsinya lalu membuangnya, sehingga menciptakan pola pikir “out of sight, out of mind” mengenai nilai guna dari sampah setiap produk (Greenpeace:2021). Siklus produksi seperti ini dimulai dari pengambilan sumber daya alam untuk penyediaan bahan baku pabrik, pabrik melakukan produksi barang secara massal, barang dibeli oleh konsumen dan, biasanya, dibuang setelah rusak atau sekali penggunaan, dan memunculkan prinsip “takemake-dispose” yaitu “ambil-buat-buang”. Masyarakat umum khususnya di Indonesia telah menerapkan prinsip ini selama bertahun-tahun tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan yaitu terjadinya penumpukan sampah secara berlebihan. 

Masyarakat Indonesia pada zaman ini juga lebih menyukai makanan cepat saji. Selain karena penyajiannya yang praktis, cepat, dan dapat menghemat waktu, makanan jenis ini juga memiliki rasa yang bervariasi dan tentunya lezat untuk dikonsumsi. Namun, beberapa dampak yang ditimbulkan dari makanan jenis ini juga sangatlah serius. Kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, hingga kanker (Alodokter:2022). 

Selain dari kandungan pada makanan dan gizinya, makanan cepat saji juga berbahaya jika dilihat dari kemasannya. Beberapa jenis makanan dikemas menggunakan kemasan yang memiliki bahan kimia sintetis bernama Perfluorinated Alkylated Substances (PFAS) atau asam perfluorooktanoik yang dapat berbahaya bagi tubuh. Dilansir dari CNN Indonesia pada Jumat (7/8/2020) PFAS merupakan zat kimia anti-air dan minyak yang banyak digunakan dalam berbagai produk konsumen, termasuk kemasan makanan cepat saji, wajan anti-lengket, dan beberapa lainnya. PFAS tak dapat terurai di lingkungan. 

Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk bisa mengurangi sampah kemasan, khususnya sampah plastik ini. Salah satu cara untuk menghentikan ketergantungan kita terhadap sampah plastik ini yaitu dengan mulai menggunakan kantong yang tidak hanya sekali pakai. Untungnya, sekarang sudah banyak kemasan produk yang ramah lingkungan. Kemasan ramah lingkungan (eco-friendly packaging) adalah kemasan yang didesain agar tidak menciptakan dampak buruk bagi lingkungan. Singkatnya, kemasan ramah lingkungan adalah kemasan yang tidak meracuni lingkungan alam, mulai dari cara pembuatan hingga kemasan itu dibuang (Alibabanews: 2022). 

Agama Islam juga sangat memperhatikan aturan makan dengan baik. Jika kita makan mengikuti aturan maka tidak akan ada makanan sisa yang akhirnya akan dibuang dan menjadi sampah. “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan” (QS. Al Isra’: 26-27). Makanan termasuk juga ke dalam harta yang kita miliki. Ambillah makanan seperlunya seperti dijelaskan pada hadits diatas, karena jika berlebihan dan tidak dihabiskan maka makanan sisa tersebut akan dibuang dan menjadi sampah atau perilaku boros. 

Dari berbagai studi yang telah dilakukan, telah didapat bahwa inovasi yang telah kami dapatkan adalah berupa teori. Sesuai dengan judul karya tulis kami yaitu, “Pola hidup sehat untuk bumi yang sehat”. Jika kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat, maka hal-hal seperti kemasan plastik, residu, makanan yang terbuang, dan lain sebagainya akan terus bertambah. Hal-hal tersebut merupakan suatu cara yang membuat bumi menjadi tidak sehat. Namun, jika kita menerapkan pola hidup yang sehat, maka kita akan menjauhi hal-hal seperti itu. Akibatnya bumi akan menjadi sehat. 

Sumber: 

DLH, “Dampak Plastik Terhadap Lingkungan”, diakses dari https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/dampak-plastik-terhadap-lingkungan-31#:~:text=Kantong%20plastik%20terbuat%20dari%20penyulingan,menghabiskan%20sumber%20daya%20alam%20tersebut., pada tanggal 23 April 2022, pukul 20.19 

Sunbhio Pratama, “Dampak Sampah Makanan bagi Lingkungan”, diakses dari https://www.kompas.tv/article/201204/dampak-sampah-makanan-bagi-lingkungan, pada tanggal 23 April 2022, pukul 20.33 

Greenpeace, “Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular: Greenpeace Indonesia x The 10th UI YEA”, diakses dari https://www.greenpeace.org/indonesia/cerita/45792/mendorong-penerapan-ekonomi-sirkular-greenpeace-indonesia-x-the-10th-ui-yea/ ,pada tanggal 22 April 2022, pukul 19.05 

Alodokter, “Kenali Bahaya Makanan Siap Saji yang Bisa Mengintai Anda”, diakses dari https://www.alodokter.com/ini-bahaya-makanan-siap-saji-yang-bisa-mengintai-anda, pada tanggal 23 April 2022, pukul 20.47 

CNN Indonesia, “Kemasan Makanan Cepat Saji Ditemukan Picu Berbagai Penyakit”, diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200807073101-255-533087/kemasan-makanan-cepat-saji-ditemukan-picu-berbagai-penyakit, pada tanggal 23 April 2022, pukul 21.27 

alibabanews, “Mengenal Kemasan Produk Ramah Lingkungan & Pentingnya Bagi Lingkungan”, diakses dari https://id.alibabanews.com/kemasan-ramah-lingkungan-berkelanjutan-untuk-b2b/ ,pada tanggal 23 April, pukul 22.45 

THE BORN PEACE

SMAN 1 ANJATAN

Aldi Wahyu Permana

Aldo Yoga Pangestu

Hanin Lazuardi Imani

Nazwa Ayu Pranesty

Siti Ruhiyatul Janah

Zulfa Ulin Nuha

Kategori Konten

Kilas Pendidikan218
Literasi Keuangan54
Ruang Siswa162
Beasiswa305
School lifehack154
Hiburan236
Editor's Pick1649
Terpopuler1601
Opini10
Serba Serbi685




madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.