Madingmu.com – Hari Wayang Nasional diperingati setiap tanggal 7 November oleh masyarakat Indonesia. Tanggal ini mengacu pada pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai warisan kebudayaan takbenda pada 7 November 2003.
Saat ini, wayang menjadi salah satu kebudayaan yang dipentaskan untuk hiburan dan sekaligus edukasi melalui sebuah cerita. Menurut catatan sejarah, wayang telah ada sejak zaman kerajaan kuno di tanah Jawa.
Lantas bagaimana sejarahnya? Berikut informasinya.
Baca Juga: Rafa Kusuma, Dalang Cilik Down Syndrome Berbakat dari Yogyakarta yang Menginspirasi
Sejarah Wayang
Dilansir dari Majalah Indonesiana, Vol. 12 yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada 2022, wayang diperkirakan telah berkembang sejak masa kerajaan kuno di Pulau Jawa. Catatan tertua yang mencatat mengenai wayang adalah Prasasti Balitung pada 903 Masehi.
Prasasti ini berisi kalimat berupa “Si Galigi Mawayang Buat Hyang Macarita Bimma Ya Kumara…” atau yang berarti “Galigi Mengadakan Pertunjukan Hyang dengan Mengambil Cerita Bhimma Muda…“.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan wayang pada masa itu digunakan dalam upacara keagamaan untuk memuja Hyang atau entitas tertinggi dalam bahasa Jawa kuno.
Upacara ini dilakukan dengan mengambil cerita dari kitab-kitab dalam ajaran agama Hindu, seperti kitab Mahabharata dan kitab Ramayana yang ditampilkan dalam pertunjukan wayang.
Dalam jurnal yang terbit di situs Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), disebutkan bahwa wayang sudah ada sejak masa pemerintahan Raja Kahuripan (976-1012). Pada masa tersebut, kerajaan di wilayah Jawa Timur sedang berkembang pesat.
Kemudian pada abad ke-10, diketahui bahwa pujangga Jawa telah menuliskan karya sastra berdasarkan cerita wayang. Salah satunya adalah kakawin, yakni karya sastra ditulis dalam bahasa Jawa Kuna selama pemerintahan Raja Dyah Balitung (989-910). Karya tersebut merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karya pujangga India Walmiki.
Latar Belakang Peringatan Hari Wayang Nasional
Dilansir dari arsip madingmu.com Latar belakang penetapan Hari Wayang Nasional 7 November adalah berdasarkan keputusan UNESCO yang menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003.
Wayang kemudian masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang puppet theater tertanggal 4 November 2008.
Wayang memiliki makna sebagai refleksi kehidupan. Nilai-nilai intangible wayang seperti memayu-hayu bawana (membuat tatanan dunia yang damai), jiwa ksatria, budi luhur, kesempurnaan hidup, harmoni adalah falsafah Timur yang bisa dikaji untuk memperkaya falsafah Barat.
Hari Wayang Nasional adalah momentum puncak kesadaran, persatuan, kecintaan masyarakat Indonesia dalam melestarikan, mengembangkan dan mengkaji wayang dalam rangka untuk mewujudkan kebudayaan nasional yang dinamis dan modern.
Penetapan Hari Wayang Nasional 7 November diharapkan mampu mendorong masyarakat agar meningkatkan apresiasi terhadap wayang sebagai aset budaya nasional sekaligus menjadi sarana untuk pembentukan jati diri dan karakter bangsa.
Tujuan Penetapan Hari Wayang Nasional
Dilansir dari Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 30 Tahun 2018 Tentang Hari Wayang Nasional, tujuan dari ditetapkannya Hari Wayang Nasional, di antaranya:
- Mengokohkan wayang sebagai aset budaya nasional yang memiliki nilai penting dalam membentuk karakter dan identitas bangsa Indonesia.
- Meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di dunia Internasional.
- Meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang di Indonesia.
Makna Hari Wayang Nasional
Dilansir dari situs Kemdikbud RI, penetapan Hari Wayang Nasional merupakan momentum puncak kesadaran, persatuan, dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap wayang. Penetapan Hari Wayang Nasional ini diharapkan mampu mendorong pelestarian dan pengembangan kesenian wayang di Indonesia.
Penetapan Hari Wayang Nasional diharapkan dapat mewujudkan kebudayaan nasional yang dinamis dan modern. Dalam hal ini, perayaan Hari Wayang dapat menjadi sarana dalam mengapresiasi budaya sekaligus sebagai sarana pembentukan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Saat ini, setidaknya terdapat 60 jenis wayang di Indonesia dengan berbagai jenis, dari mulai wayang kulit, wayang golek, hingga wayang wong.
Baca Juga: Mengenal Asal-Usul Wayang Golek: Warisan Budaya Indonesia Dari Jawa Barat!
Link Twibbon Hari Wayang Nasional 2024
Untuk meramaikan Hari Wayang Nasional pada 7 November, berikut ini twibbon yang bisa dipakai untuk dibagikan di media sosial.
- Link twibbon Hari Wayang Nasional
- Link twibbon Hari Wayang Nasional
- Link twibbon Hari Wayang Nasional
- Link twibbon Hari Wayang Nasional
Follow Juga : Instagram madingmu
-- adds--> -->
Leave a comment