Jumat , 19 Juli 2024
HeadlineEditor's PickSerba SerbiTerpopuler

Didirikan Oleh Keturunan Prabu Siliwangi, Berikut Sejarah Singkat Cirebon!

keraton kasepuhan cirebonjpg 20230129074607

Madingmu.com – Cirebon awalnya dikenal sebagai sebuah desa kecil bernama Muara Jati yang terletak di dekat pantai Laut Jawa. Pada abad ke-15, desa ini mulai berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai negara, termasuk dari Tiongkok, India, dan Arab. Perkembangan Cirebon tidak terlepas dari pengaruh Kesultanan Pajajaran di Jawa Barat dan Majapahit di Jawa Timur.

Kesultanan Cirebon

Pada pertengahan abad ke-15, Kesultanan Cirebon didirikan oleh Pangeran Walangsungsang, yang dikenal juga sebagai Pangeran Cakrabuana dan merupakan putra dari Prabu Siliwangi, raja Pajajaran, yang kemudian memeluk Islam dan mendirikan Cirebon sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Pada masa pemerintahan Pangeran Cakrabuana, Cirebon berkembang pesat dan menjadi pusat pendidikan agama Islam di Jawa. Pangeran Cakrabuana kemudian digantikan oleh keponakannya, Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), yang menjadi tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat dan sekitarnya. Sunan Gunung Jati juga merupakan salah satu dari Wali Songo, sembilan wali yang sangat dihormati dalam tradisi Islam di Jawa.

Masa Kejayaan

Kesultanan Cirebon mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16. Pada masa ini, Cirebon tidak hanya menjadi pusat perdagangan tetapi juga pusat kebudayaan dan penyebaran Islam. Sunan Gunung Jati berhasil menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan dengan berbagai kerajaan di Nusantara dan dengan negara-negara di luar negeri, seperti Kesultanan Demak dan Kesultanan Banten.

Pembagian Wilayah

Pada akhir abad ke-17, Kesultanan Cirebon mengalami perpecahan internal yang mengakibatkan pembagian wilayah menjadi beberapa bagian. Kesultanan ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu:

  1. Kesultanan Kasepuhan.
  2. Kesultanan Kanoman.
  3. Kesultanan Kacirebonan.

Meskipun terjadi pembagian wilayah, ketiga kesultanan ini tetap mempertahankan hubungan kekeluargaan dan agama Islam sebagai ikatan utama.

Kolonialisme dan Kemerdekaan

Pada abad ke-18 dan 19, wilayah Cirebon menjadi salah satu wilayah yang dijajah oleh Belanda. Pada masa kolonial, Cirebon tetap menjadi pelabuhan penting bagi perdagangan di pesisir utara Jawa. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Kesultanan Cirebon kehilangan kekuasaannya dan menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Cirebon kini dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya yang unik. Warisan kesultanan masih terlihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti arsitektur keraton, tradisi, seni tari, dan musik. Salah satu warisan budaya yang terkenal adalah Batik Cirebon dengan motif khasnya.

Follow Juga : Instagram madingmu 

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia.
Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

madingmu-white

Madingmu adalah portal digital ajang kreasi dan edukasi anak muda Indonesia. Dibangun oleh PT Madingmu Sukses Bersama sebagai inisiasi kolaborasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.